Aku berdiri menunggu ulat besi berteknologi tinggi di KLIA
Aku terpandang seseorang yang ku kenali bersama seorang wanita setia di sisi
dengan rambut dan jambang yang memutih
bersama pakaian yang semuanya putih
Aku kira mungkin si pemakai sukakan tona suci bersih
Aku mahu menyapa
tetapi terasa berat kaki untuk melangkah
tak punya kekuatan
beberapa orang mula menghampiri
untuk mengabdi diri menjadi memori
Aku tetap di sini
hanya tersenyum memandang mereka silih berganti
telefon berganti tangan bersama berganti peranan
menjadi pembantu antara satu yang lain
walaupun tidak saling mengenal
Kagum aku dengan puitis puisi kaya nilai bahasa
daripada sasterawan negara
Nilai bahasa menjadi panduan anak muda
Buku puisi di tangan aku genggam lalu ku baca sambil melihat dari jauh penyairnya
Aku pegang katanya
puisi adalah pengalaman
jadi ku ukir pengalaman ini menjadi sebuah puisi yang akan ku kenang
KAKA
Alor Setar, Kedah










