MADURA: Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditemukan maut di hari pernikahannya.
Walaupun khabar angin mengatakan mangsa bunuh diri, tetapi keluarga menafikan dan berkata mangsa maut akibat penyakit yang sudah lama diakaminya.
Pelajar di bangku SMP di Kecamatan Arjasa itu meninggal sebaik sahaja akad nikah selesai pada Selasa lalu.
Remaja di bangku kelas 9 itu berasal dari Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep
Sementara, suaminya pula berasal dari Desa Batu Tali, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.
Pihak keluarganya menegaskan remaja itu meninggal bukan karena bunuh diri tetapi disebabkan sakit yang diderita olehnya.
Sebelum itu tersebar berita bahawa remaja itu membunuh dengan meminum racun kerana tidak setuju dengan pernikahan itu kerana mangsa masih di bawah umur.
Berita yang tersebar itu menyebut ketika meninggal dunia wajah mangsa membiru selain ada busa keluar dari mulutnya.
“Kami menerima fitnah yang sangat kejam. Kami sudah kehilangan anggota keluarga kemudian difitnah dengan drama racun dan pernikahan di bawah umur,” kata kata ipar mangsa, Arli kepada Tribunenews.
Pihak keluarga, kata Arli, meminta agar fitnah yang disebarkan itu diperjelaskan.










