Demokrasi tanpa tentangan untuk Prabowo?

Demokrasi tanpa tentangan untuk Prabowo?

DENGAN sokongan parti politik serta kerjasama politik yang luas termasuk dari lawan politik dan parti yang dulunya pembangkang dan kemudian bergabung, model Demokrasi Sopan yang disebut dan diingankan Prabowo akan memunculkan Demokrasi Tanpa Oposisi. - AFP
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

MAJLIS Permusya­waratan Rakyat (MPR) telah mengadakan Sidang Paripurna dengan agenda tunggal pelantikan Presiden dan Timbalan Presiden Indonesia bagi penggal 2024-2029 iaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Gedung MPR, Jakarta. Proses dilanjutkan dengan pengucapan sumpah Presiden diikuti oleh pengucapan sumpah Timbalan Presiden. Keduanya berjanji untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa dan negara.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajipan Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala Undang-Undang dan Peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ucap Presiden Prabowo.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajipan Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala Undang-Undang dan Peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ucap Gibran.

Sejumlah warga hadir ke kawasan Semanggi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat untuk menyambut iring-iringan Presiden dan Timbalan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.Warga berharap Indonesia semakin kuat dan sejahtera di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Mereka berharap Indonesia semakin kuat, semakin jaya, semakin sejahtera dipimpin Pak Prabowo Subianto. Mereka sangat optimis, kerana ketegasannya memimpin. Prabowo-Gibran ini diharapkan akan membuat Indonesia lebih baik, lebih maju.

Dunia menyambut gembira dan memberi signal positif. Acara pelantikan itu dihadiri oleh sekitar 35 ketua negara hadir pelantikan Prabowo-Gibran. Jumlah tamu negara yang hadir kali ini paling banyak. Jumlah itu menjadi kebanggaan dan penghormatan bagi bangsa dan pemerintah Indonesia.

Respon yang positif juga muncul dari media antarabangsa dan mengungkap bahawa Prabowo akan aktif di dunia antarabangsa. Misalnya, media Perancis AFP menyebut, Prabowo telah berkomitmen pada kebijakan luar negeri Indonesia yang tidak berpihak, tetapi telah mengisyaratkan bahawa ia akan lebih berani di pentas dunia. Reuters juga menyoroti pelantikan Prabowo sebagai Presiden. Disebut bagaimana ia berjanji membanteras masalah-masalah dalaman seperti korupsi yang melanda Indonesia dan membuatnya lebih mandiri. Media itu menyoroti bagaimana

Prabowo ingin menciptakan swasembada pangan (kemampanan) dalam waktu lima tahun lalu kemudian swasembada tenaga. Laman tersebut juga memberi perhatian ke ucapan Prabowo soal bagaimana dirinya ingin hidup dalam demokrasi meski demokrasi itu harus “sopan”.

Media Singapura Channel News Asia (CNA) memuat artikel berjudul “Prabowo sworn in as Indonesia’s eighth president; urges nation to be brave in tackling challenges”. Sedikit berbeza, CNA menyoroti kemungkinan Parti Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDI-P) tidak menjadi penentang Prabowo, khususnya di Parlimen.

Demokrasi tanpa oposisi
Sambutan yang hangat ke atas pelantikan Presiden Prabowo dan Timbalannya, Gibran baik dari rakyat Indonesia dan juga dunia memberikan signal positif penerimaan dan masa depan global atas lantikan Prabowo dan Gibran. Ini puncak dari Pilihan Raya Presiden dan Timbalan Presiden 2024. Mereka di sokong oleh sembilan parti politik yang masuk ke dalam koalisi Prabowo-Gibran: Parti Gerindra, Parti Demokrat, Parti Golkar, Parti Amanat Nasional (PAN), Parti Bulan Bintang (PBB), Parti Solidaritas Indonesia (PSI), Parti Parti Gelombang Rakyat (Gelora), Parti Garuda dan Parti Rakyat Adil Makmur (Prima). Dengan dukungan majoriti parti besar, Prabowo dan Gibran memenangi Pilihan Raya 2024 dengan perolehan undi sebanyak 96.214.691 undi atau 58,59 peratus dari jumlah undi sah nasional dan memenuhi sedikitnya 20 peratus undi di setiap provinsi yang tersebar di 38 provinsi. Lawan politik Prabowo-Gibran iaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo menyatakan telah menerima keputusan dan mengakui kekalahannya.

Bagi saya, di tengah euforia ini, saya perlu mengambil perhatian soal demokrasi ke hadapan selepas Prabowo-Gibran dilantik menjadi Presiden dan Timbalan Presiden. Memang Prabowo selepas ditetapkan sebagai presiden terpilih 2024 mengaku akan melibatkan semua pihak untuk mentadbir kerajaan. Prabowo akan mula bekerja untuk melakukan komunikasi politik dengan semua pihak di mana beliau akan berusaha membangun suatu koalisi yang kuat, koalisi yang efektif. Ini telah dibuktikan dengan pembentukan kabinet menterinya, Kabinet Merah Putih, yang melibatkan banyak parti bahkan lawan politiknya. Termasuk Muhaimin, Ketua Parti PKB yang jadi lawan politiknya dalam Pilihan Raya Presiden 2024, masuk jadi menteri. Juga pembangkang kepada Prabowo, PDIP jadi menteri.

Tentu sahaja, diharapkan Prabowo mampu membawa tugas negara untuk memimpin Indonesia ke depannya. Ia juga mengatakan Prabowo adalah seorang yang sudah mempunyai pendidikan moden memandangkan beliau berasal dari keluarga intelektual yang disanjung tinggi. Prabowo tentu faham betul bahawa dalam demokrasi yang baik, menerima keberadaan pembangkang dalam kerjasama, menjaga keseimbangan dan kebebasan tiga cabang kekuasaan iaitu eksekutif, legislatif dan kehakiman, lalu menjamin kebebasan media sebagai pilar keempat demokrasi.

Namun realitinya berlainan. Akan wujudnya tentangan dalam politik Indonesia lima tahun ke depan di bawah Prabowo-Gibran. Dengan sokongan parti politik yang besar serta kerjasama politik yang luas termasuk dari lawan politik dan parti yang dulunya pembangkang dan kemudian bergabung, model Demokrasi Sopan yang disebut dan diinginkan Prabowo akan memunculkan Demokrasi Tanpa Oposisi.

Apa lagi, sebagai seorang anggota tentera dan didukung oleh kekuatan tentera dan polis, Prabowo-Gibrtan akan kuat dan ditakuti. Pembangkang akan dilemahkan oleh kekuatan tersebut. Indonesia punya pengalaman buruk di bawah rejim tentera Soeharto, mertua daripada Prabowo. Padahal, pembangkang penting sebagai kekuatan politik penyeimbang di luar kerajaan yang fungsinya untuk mengawasi dasar kerajaan yang berkuasa. Sebagai seorang anggota tentera yang lama menjadi individu sivil dan mampu berdepan tentangan, masa depan demokrasi Indonesia di bawah Presiden Prabowo akan sopan dan berkemajuan. – UTUSAN

WARJIO ialah Pensyarah Kanan Departmen Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Indonesia dan Direktor Centre for Political Analysis Malaysia-Indonesia (CPAMIN).

Tidak mahu terlepas? Ikuti kami di

 

BERITA BERKAITAN