Bernafas bagai dalam lumpur - Utusan Malaysia

Bernafas bagai dalam lumpur

NURUL IZZAH ANWAR
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

“Lama mana lagi hendak ku turutkan? Kata telunjuk yang menuding kepalaku Sabar apa lagi hendak kukatakan? Hingga aku bernafas bagai dalam lumpur, Kasihan”. Lagu ‘Bernafas Dalam Lumpur’ persis kita sedang menyingkap peristiwa banjir yang melanda negara baru-baru ini – yang dikatakan hanya berlaku akibat kecemasan iklim setiap 100 tahun, tetapi sebenarnya merupakan banjir yang kedua terbesar sejak 2014. Banjir ini pasti surut, namun dengan dwiserangan bencana di kala pandemik ini,…


1 Bulan / RM9.90

Sehari hanya RM0.33

1 Tahun / RM75

Sehari hanya RM0.20 sen

Tidak mahu terlepas? Ikuti kami di

 

BERITA BERKAITAN