Bila Rumi menari, meraikan kematian yang menyatukan - Utusan Malaysia

Bila Rumi menari, meraikan kematian yang menyatukan

Rumi menjadikan bapanya sebagai idola dalam ilmu falsafah.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

“Saat aku mati, saat kerandaku dibawa keluar jangan pernah kau fikir aku merindukan dunia ini. Janganlah meneteskan air mata, jangan meratapi atau menyesal. Aku tidak akan jatuh ke dalam sarang makhluk yang mengerikan. Ketika engkau melihat jenazahku diusung, janganlah menangis kerana kepergianku. Aku bukan pergi, aku sampai kepada cinta yang abadi.” Itu adalah antara petikan bait-bait syair oleh tokoh sufi berpengaruh dari Turkiye, Maulana Jalaludin Rumi yang lebih dikenali sebagai…


1 Bulan / RM9.90

Sehari hanya RM0.33

1 Tahun / RM75

Sehari hanya RM0.20 sen

Tidak mahu terlepas? Ikuti kami di

 

BERITA BERKAITAN