Melalui jendela kaca
aku melihat titis-titis hujan
mengalir bersama rasa rindu
yang terbenam
di lubuk hatiku
kemudian kupandang
langit kelabu
menusuk ke dalam kalbuku
terpasak rasa kesepian
yang membara
bagaikan api
yang hangat membakar
lalu kulontarkan
waktu yang berlalu
bersama hujan
yang bercurahan
di cucuran atap
daerah yang dilanda kesunyian
tika ini barulah aku mengerti
makna kerinduan
yang sebenar
umpama pelabuhan
yang kehausan
kapal untuk berlabuh
dari jendela kaca yang basah
terasa kerinduan
yang mendalam
memagut kuat hatiku
sehingga aku terlantar sendirian
AZAIKA SR
Taman Rashidah Utama
Seremban










