Hidup kita ini, ibarat sepohon kayu yang terus tumbuh
ada masanya akan hilang, sampai masanya akan mati juga.
berbekalkan masa yang singkat ini
jadilah sepohon kayu yang berguna
dari akar sampai ke daun
tetap berdiri teguh, walau sekuat manapun dipukul angin.
jadilah sepohon kayu, yang kuat mencengkam tanah
juga tempat berpaut, agar tidak runtuh
jadilah sepohon kayu, yang meredupkan suasana
dari panasnya bahang mentari di dunia.
jadilah sepohon kayu, membekalkan buah yang banyak manfaatnya
kepada hidupan-hidupan
jadilah sepohon kayu, apabila mati
batangnya berguna juga.
selagi diberi nikmat bernafas
selagi nadi jantung itu berdenyut
teruslah berbakti, teruslah berbudi
walau hanya dilihat
seperti sepohon kayu yang berdiri diam.
NURSHAZATUL BINTI EJOL
UPSI, Tanjong Malim









