“Saya rasa malaslah nak balik rumah mak nanti.” Dilah duduk menghadap Adi. Walaupun pandangannya terhenti di wajah suaminya, namun tangan gebu itu masih lincah memasukkan telur itik yang telah dicuci bersih ke dalam balang. Telur itu tenggelam, namun tidaklah sampai ke dasar balang yang berisi air garam. Nanti, apabila cukup 10 biji, dia akan menutup bekas tersebut dengan ketat. Begitulah selalu yang dibuatnya. Setelah seminggu, barulah boleh direbus untuk dimakan.…










