SIYAM atau puasa seperti yang diungkapkan oleh al-Quran membimbing manusia kepada jiwa takwa. Jiwa takwa di sisi Allah SWT adalah suatu kemuliaan. Keadilan Allah mengukur kehebatan insan bukan kepada warna kulit, pangkat, kuasa, kekayaan dan harta tetapi ukuran itu adalah kepada rijal atau manusia yang muttaqeen. Takwa dalam bahasa mudah dihubungkan sebagai takutkan Allah (‘ittaqillah). Dalam bahasa syaraknya adalah kegentaran terhadap balasan Allah yang amat pedih. Di hari pembalasan nanti…










