Saya membesar dengan tiga suara wanita dalam rumah yang jarang bercakap tentang perasaan, tapi selalu tahu bila masa yang tepat untuk menunjukkan rasa cinta itu. Ibu saya, dengan cara diamnya di samping kakak-kakak saya, dengan caranya yang sedikit memberontak tapi cepat lembut semula. Dalam rumah kami, cinta itu bukan sesuatu yang disebut setiap hari. Ia muncul dalam ayat-ayat biasa seperti, “Mak ada lauk, nanti balik makan.” atau “Datanglah rumah.” Ayat…










