Demokrasi-Liberal: Ideologi atau ilusi?

Demokrasi-Liberal: Ideologi atau ilusi?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

FRANCIS Fukuyama, sarjana politik Amerika Syarikat (AS) dalam bukunya, The End of History and The Last Man (1992) menyatakan dunia pada abad ke-21 diwarnai  neo-liberalisme.  Neo-liberalisme digambarkan sebagai kehidupan masyarakat dunia yang bercirikan kehidupan kosmopolitan, kebebasan individu, politik demokrasi-liberal dan perdagangan bebas. Fukuyama menyatakan demokrasi-liberal dan teknologi moden yang dipacu oleh kapitalisme mencapai puncak dalam sejarah kehidupan manusia.  Hal sama di sebut pa yang disebut filsuf Jerman, G.W.F Hegel, ‘akhir…

Sokong kewartawanan kami

PERCUMA

1 bulan

1 Bulan / RM4.99

Sehari hanya RM0.17

Tidak mahu terlepas? Ikuti kami di

 

BERITA BERKAITAN