Angin petang dari Selat Siam bertiup lembap, membawa bersama bau garam laut dan aroma dosa yang belum sempat diakhiri oleh keampunan. Kami melangkah masuk ke halaman masjid itu dengan langkah berat, seolah-olah setiap tapak kaki sedang menimbang dosa dan niat yang berselirat dalam kalbu. Dinding masjid berwarna putih kusam, catnya terkopek di beberapa sudut seperti kulit manusia yang menua penuh parut sejarah, penuh cerita yang tidak pernah selesai diceritakan. Masjid…










