Berabad belantara kami berakar umbi dengan selirat zat peradaban bangsa merambak ranting ras dan budaya namun telah engkau leraikan ruas aksara dan memangkas debunga diksi menjadi sebidang landskap mewah yang memugar sari generasi.
Engkau mendominasi galeri kemakmuran pada gah jenama figura pembangunan menganjak penanda aras ekonomi berpaksi sejumlah hala tuju frasa yang beransur meninggalkan serpihan jati diri.
Perdu bahasa yang pernah meliukkan pamah pada martabat banir yang mendinding lembah jati, cengal, merbau, medang, sena dan sala telah engkau semadikan nama
sedalam laras cerucuk globalisasi hingga membenamkan usul dan identiti.
Benarlah, engkau pewaris yang tidak menghargai apatah pula mendaulatkan pohon peribumi yang pernah menegapkan pamah nurani setelah di atasnya engkau menginjak mercu tanda sebuah kota kata avenue, valley, hills, mont, peak dan garden yang menyakitkan mata kami.
ABD. RAHIM OMAR
Sungai Petani, Kedah.











