Kerugian sebenar apabila gagal mengakui sejarah maritim

Kerugian sebenar apabila gagal mengakui sejarah maritim

maritim
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
Share on telegram

Pada tahun 2014, Presiden Indonesia, Joko Widodo, berdiri di hadapan dunia dan mengisytiharkan Indonesia sebagai sebuah negara maritim. Ia bukan sekadar retorik. Ia adalah strategi mengembalikan korpus memori bangsa tentang samudera yang pernah dikuasai, dan jati diri yang dibentuk bukan di daratan semata-mata, tetapi di laut dalam. Jokowi pada masa itu berhasrat membangkitkan identiti sejarah Indonesia sebagai bangsa pelaut, dengan menghidupkan kembali semangat kerajaan-kerajaan kuno yang penuh aspirasi menguasai Nusantaranya.…

Sokong kewartawanan kami

PERCUMA

1 bulan

1 Bulan / RM4.99

Sehari hanya RM0.17

Tidak mahu terlepas? Ikuti kami di

 

BERITA BERKAITAN