Musim berganti
suara bilal
tidak pernah lena
melaungkan waktu
di surau ini
menggerak mimpi
mereka yang kadang-kadang
sering terlupa
barangkali juga aku.
Hampir seabad lalu
sebelum berteriak
menara indah
surau kecil inilah
nadi awal
nafas pertama menyalakan
unggun peradaban manusia
di desa kecil ini.
Keringat mursyid yang
mengalir dari celah gelegar
dan dinding buluh
tidak pernah dingin
menganyam setiap huruf
bermula dari titik
menunas melur putih
pada dahan dan
ranting-rantingnya
sehingga lidah mereka
mampu bertasbih.
Kini hari-hari itu
tiada lagi
pada hari-hari ini
debu-debu dari
hujung sepatu
mereka yang ghairah
menghambat waktu
hampir menutup
kelambu maknawi
menyepi laman keramat
surau ini.
Pun, biar mereka sering terlupa
atau laman kian menyepi
namun pintu surau itu
tidak pernah tertutup
dan suara bilal terus berbunyi
ZUHARMAN MOHAMMAD NOR
KUBANG KERIAN









