Hari ini aku merentas jalan desa yang kopak-kapik
Berpagar tanah rancangan dan hutan simpan
Kadang-kadang lurus, banyak seperti ular dipalu.
Pandanganku tenang menyapa burung berdada biru
Terjegil bulat disergah ular hitam
Aduhai ayam hutan, tak takut bertemu si lidah bercabang?
Tatkala henjut kerikil bertukar turap
Teduh bayang dingin pun hilang
Yang hampir terluah kaku di dalam
Tahulah aku tujuan sampai.
Selamat tinggal warung kopi di pinggir Yu, Tingkap labuh rumah Melayu,Jirat Cina tempat beradu, Pohon tua seabad pewaris Hindu.
Semoga bertemu di lain waktu.
FIIROOUSTEA
Bandar Jengka, Pahang










