DI SUATU petang, selepas habis jam kerja, saya melihat-lihat jadual filem yang sedang tayang di panggung. Ketika itu, saya terpandang judul Budi Pekerti. Sebuah judul yang entah kenapa terasa mesra, mungkin saya ada terbaca tentangnya di mana-mana ketika sedang menatal media sosial. Saya menonton Budi Pekerti dengan tiga penonton lain. Hanya kami berempat di dalam panggung yang besar itu. Sejujurnya, saya tidak pernah langsung menonton atau mendengar nama sutradaranya, Wregas…










