Yang bertandang semalam

Sampai air mata ku

Jatuh berderai-derai

Rasa hiba datang tiba-tiba

Hangat air mengalir ke pipi

Masih terasa-rasa lagi

Iya..baru ku ingat

Syaitan itu mahu membunuh cintaku

Syaitan itu mencipta rasa benci

Dalam hatiku kepada dia

Mana mungkin aku ikutkan

Cinta itu kehidupanku

Cinta itu nyawaku

Aku tidak mungkin hidup tanpa nyawa

Aku bisa sengsara tanpa cinta-Nya

Sayup-sayup kedengaran laungan azan subuh

Pantas ku terjaga sambil meraup muka

Dengan kalimah suci..Allahuakbar!

terasa air mata masih tersisa di wajah

Mujur ia sekadar mimpi..

YANZ HAMZAH

Sentul, Kuala Lumpur