rona kusam dengan aroma hapak
disisih masa 
dimamah rakus cuaca
terpasung akal 
makmum dengan rela
suratan nasib takdir surau tua
sekadar mengunyah 
fatwa imam lama
yang terikat di perdu nastolgia.
Dulunya 
ia pernah memeta sejarah
bernafas tiap waktu 
dengan lelah tamu
silih berganti menyukat pahala imarah
di setiap ruang penjuru arah.
Kini makmun bisa dibilang jari
dengan sesekali 
suara azan didengari
bersela suara imam 
meniru Al-Ghamidi
namun sesak di rongkong pasti
mengenang pengikut kian menghindari
Esok di meja sidang tergempar
pelan hidup mati bakal dihampar
surau tua akan dibugar semula
memelihara yang lama
menancap sentuhan baru
biar perkasa gagah bertenaga
hatta menurunkan imam yang tua.

LARA MN
Kuala Terengganu