Menjadi tatapan wargaraya yang kian lesu

Sebagai buah karya terakhir bertinta permata agung

Pengubat luka sang perindu karyawan ulung

Darimu susuk besar seniman yang disanjung

Hilang dan perginya tiada bertolok ganti

Telahku cari merata tiada jua yang dinanti

Hanya karya bongsu sebagai penambat hati

Menjarah luka dan pilu akan insan sakti

Mengimbau tangis tawa bersama mengharung duri

Disimpul rasa perih dan sakit masih tetap kau berdiri

Kini kenangan berlalu ditiup bersama waktu

Kisah dongeng kau dan aku seakan terpahat di dinding batu

Cerita indah dahulu tersemat kemas di atas lembaran

Terkunci mimpi bersama memori cinta kayangan

Menjadi rencana buat pelangsung generasi kemudian

Agar warisan terus mekar melangkaui zaman

Senandung irama syahdu dinukil buat sang perindu

Yang tidak jemu menghayati tanpa ragu

Tika menghadam rangkap bait cinta yang ranum

Menusuk jiwa membugar hati dalam lirikan senyum

Begitu indahnya membuai perasaan dalam leka

Sedang nyata cinta terus hidup dalam karya

IZHARUDDIN SAKIP

Sekinchan, Selangor