Rinduku mekar di hujung ujana

layar hati malar bergelora

mampu setia tanpa jelak

meski hanya bergeming saja

Bibir terus bersenandung kecil

menyelusup senyap membelai jiwa

usikan madah penawar lara

menghapus sembilu yang penuh majazi

lompong dari dasar sanubari

Siliran angin menyapa wajah

titipkan rindu merodok jendela hati

biar malar prasetia diikat

tidak berbalam menjadi noda

biar rindu tiada noktah.

NORSIDAH D.

ALOR SETAR