Tusukkan panahan diksi

dari busar lidah para wali

ke langit persejagatan fikrah

bersatu dalam wahana indah

hidup adalah anugerah

penyeru makmur sang khalifah.

Dendangkan irama akar jati diri

lirik alun bertunjang citra budaya

ke telinga yang kian pekak

dan semakin bebal mentafsir

maknawi usul dasar tamadun

biar gema nada terus berdengung

persis gelombang setia beralun.

Pulara kesembilan nan berseri

bisa menemukan keraguan

tujuh petala langit dan bumi

dalam bulat tekad persetiaan

citra seni

muafakat kesejahteraan.

LARA MN

KUALA TERENGGANU