Melayu tak kan hilang di dunia

sudah berabad kita mengulit

falsafah silam itu

tanpa rasa ragu dan gundah

jauh sekali rasa bersalah

kita bermegah dengan Taming Sari sebilah

yang menjadi rebutan

dua pahlawan sejarah

Siapakah yang benar antara

Jebat dan Tuah

siapa pahlawan siapa penderhaka

pahlawan dan penderhaka berwajah serupa

sama-sama menghunus senjata

saling tikam-menikam bunuh-membunuh

itu sejarah

jangan salah-menyalah

Siapakah yang menegakkan kebenaran

dan siapa pula memperjuangkan keadilan

bangsa kita pernah cemerlang, gemilang dan terbilang

tapi jangan lupa, kita juga pernah kecundang

Berabad kita dijajah, itu juga sejarah

tidak perlu menuding jari dan salah-menyalah

sekarang kita sudah merdeka

bebas berbuat apa saja

sehingga lupa diri

lalai di kelambu kemerdekaan

alpa di puncak kuasa

bertelagah di pentas politik

kabur antara benar dan salah

keliru antara pendapat dan fatwa

kita sebarkan fitnah

kita semai benih kebencian

kita racuni minda anak bangsa

dengan idealogi politik kuasa

atas nama kebenaran dan keadilan

Ingatlah pesan nenek moyang

tidak salah jadi peramah

tapi jangan terlalu pemurah

tidak salah berhati sabar

tapi jangan berjiwa kecut

kita boleh mengalah

tapi jangan jadi kalah

hati tidak berlidah

fikiran tidak bermata

jangan sampai lidah dan mata berbalah

hati melihat serba salah, biarkan….

fikiran merasa serba salah, biarkan….

Sudah lama kita serba salah dan membiarkan….

sejak dari zaman Luncai dan Pandir

Luncai kita biarkan, Pandir kita sorakkan

kita pun bertepuk dan bersorak, biarkan….

yang menang kita tepukkan

yang kalah kita sorakkan

kadang-kadang kita keliru

yang menang kita sorakkan

yang kalah kita tepukkan

kita bermegah dengan tepuk dan sorak

yang bertepuk angguk, bersorak geleng

yang bertepuk geleng, bersorak angguk

apakah kita sedar

angguk dan geleng itu bahasa si pengecut

NAZRI SHAM

Chenor, Pahang.