melihat bumi gersang
gunung belantara danau
menadah tangan
seribu harapan
diri kedinginan
di malam hari
bersama rindu
angin menderu

terasa titisan bagai mutiara
taman hati girang gemirang
tersingkap memori silam
tenggelam merakam kenangan
tersedar dari lena panjang
hingga kesiangan

cerita sempana semalam
membuat nurani pasrah
merunduk hati melihat
ke Esaan Tuhan
citra itu menyedar rohani
sering cangkaliwang
hanya figura sang guru
mengingati kebesaran Ilahi

hidup ini sementara
berusaha hingga ke senja
harapan esok masih ada
tetap teguh bagai lilin
menerangi kegelapan
bekal perjalanan panjang
inilah takdir kehidupan
manusia digelar insan abrar

SAYAP RINDU
Kinarut, Sabah.