Tergantung kaku sebuah potret

Potret seorang perempuan

Dengan wajah tua yang bahagia

Berukiran senyuman sayu

Bertudung hitam dan berkaca mata

Ku tatap wajahnya di potret itu

Satu persatu memori segar di ingatan

Dia insan yang banyak mendewasakanku

Insan yang selalu menyokongku

Insan yang selalu sayang padaku

Kini, dia telah pergi

Pergi tidak kembali

Berjumpa Yang Maha Esa

Tuhan yang paling dia cintai

Dalam kesepian kamar ini

Aku tersenyum

Air mata jua berlinang ke pipi

Teringat segala memoriku bersamanya

Ku peluk erat potret itu

Ku kirimkan bait-bait al-Fatihah

Sebagai tanda rinduku padanya

Akan aku simpan segala kenangan

Jauh di sudut hati ini

Di sudut yang paling dalam

Terima Kasih Nenek

 

Almiezan Azahar

Kampung Pendamar, Klang