Konsulnya, Sulistijo Djati Ismojo berkata perkara itu sekali gus turut membantu mendapatkan 500 sijil lahir bagi anak-anak daripada 200 pasangan tersebut.

"Ini antara langkah membantu warganegara Indonesia (WNI) untuk mendapatkan hak khususnya status kewarganegaraan anak-anak mereka," katanya ketika ditemui pemberita pada majlis Kegiatan Peresmian Akta (sijil) perkahwinan serta Akta (sijil) Kelahiran bagi WNI di sini, pada hari ini.

Program tahunan itu diadakan KRI dengan kerjasama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Sulistijo berkata program kali kedua itu yang berlangsung sehingga 2 Disember ini turut mendapat kerjasama daripada pemimpin agama di Nunukan yang melaksanakan Kegiatan Pencatatan dan Penerbitan Akta Perkawinan Kristen dan Katolik serta Akta Kelahiran. -BERNAMA