Prabowo lapor Detiknews menepis tanggapan serong tersebut ketika berucap di hadapan jutaan peserta himpunan berkenaan.

“Kita lihat ada semangat persaudaraan dan ketertiban yang menunjukkan menjadi muslim tidak bererti harus mendorong kekerasan,

“Ada tuduhan (bimbang berlaku kekerasan) orang Islam cenderung kepada radikal, ianya tidak benar,” katanya.

Reuni 212 untuk mengingati Aksi 212 yang menuntut tindakan diambil terhadap Gabenor Jakarta pada masa itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang didakwa menghina al-Quran.

Tambahnya, beliau bangga melihat jutaan rakyat Indonesia, umat Islam berada dalam ketertiban dan aman dalam himpunan itu.

“Saya bangga hari ini sebagai anak Indonesia dan bangga sebagai Muslim di Indonesia,” ujarnya.